Selasa, 15 Februari 2011

Fenomena "cuci tangan"



Cuci tangan sebelum makan, demikian kata-kata yang sering terngiang di telinga saya waktu kecil. Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih, sebagai bagian dari ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya.

Cuci tangan yang lain adalah kiasan, cuci tangan dalam bahasa Indonesia adalah perumpamaan/ kalimat pengganti singkat merujuk pada perilaku yang tidak bertanggung jawab (atau: menolak untuk bertanggung jawab).
Kita lihat perbedaan dari keduanya, cuci tangan yang pertama adalah untuk melepas kuman, kotoran dari tangan kita, sedangkan cuci tangan yang kedua adalah melepas tanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat oleh "tangan kita".

Fenomena "cuci tangan " untuk lepas dari tanggung jawab sering terlihat di zaman sekarang ini. Dan yang paling parah justru diperlihatkan oleh para pemimpin yang notabene adalah teladan, rujukan, dan contoh bagi kita semua. Entah karena latah atau ikut-ikutan, akhirnya para rakyat atau bawahan meniru nya. contoh yang terbaru, 4 orang anak secara tega dan biadab ditinggal oleh orangtuanya dirumah, hanya karena menghindari hutang. Bisa dibayangkan apa yang terjadi kalau saja tidak ada yang menemukan 4 anak yang tak berdosa itu. 

Itulah salah satu contoh fenomena-fenomena cuci tangan yang ada di republik. Semoga kita tidak ikut-ikutan latah untuk " cuci tangan " untuk lepas dari tanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberi komentar