Kamis, 13 Oktober 2011

Kecacingan Ancam Kecerdasan Anak


Infeksi kecacingan masih menjadi penyakit yang sering menjangkiti balita. Anak-anak bisa saja tidak mengalami gejala apa-apa, tetapi penderita yang mengalami infeksi serius bisa menyebabkan kurang gizi yang berdampak langsung pada kecerdasannya.
Prof Saleha Sungkar, Ketua Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Indonesia, mengungkapkan, gejala awal cacingan sulit dideteksi dan bisa jadi tidak terlihat. Bahkan, menurutnya, anak yang terlihat sehat belum tentu bebas dari cacingan.
"Cacingan banyak menyerang anak-anak, terutama cacing gelang, cambuk, dan cacing kremi," katanya dalam acara seminar ilmiah "Waspada Infeksi Kecacingan" di Jakarta, Rabu (12/10/2011).
Ia menambahkan, kecacingan pada anak bisa dialami siapa saja dan bisa berdampak pada perkembangan fisik, kecerdasan, serta menurunkan daya tahan tubuh anak sehingga mereka mudah terkena penyakit lainnya.Gejala-gejala umum balita yang menderita kecacingan antara lain lemas, pucat, sering mengantuk, kehilangan selera makan, dan diare.Meski prevalensi infeksi kecacingan di Indonesia tiap tahun terus menurun, tetapi Kepala Subdirektorat Filariasis dan Kecacingan, Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Kementerian Kesehatan Drs Saktiyono, Msc mengatakan, hingga saat ini kecacingan masih menjadi satu masalah di Indonesia.
"Apabila penyakit ini menyerang anak-anak, dapat menurunkan prestasi belajar dan kualitas SDM. Padahal, anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa," katanya.
Salah satu cara untuk mencegah infeksi kecacingan adalah mengupayakan lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu, biasakan untuk memasak makanan dan minuman sampai matang sebelum dikonsumsi. Pengobatan anticacing yang membunuh parasit diperlukan jika hasil pemeriksaan feses dan fisik menunjukkan anak positif kecacingan.-KOMPAS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberi komentar