Kamis, 08 Desember 2011

Yayasan Panti Asuhan Putri Azizah Bandarlampung

Tampak Depan Panti Asuhan
Pertama kali menginjakkan kaki di panti asuhan yang terletak di Jl. RE Martadinata Telukbetung Barat, kesan saya adalah suasana tenang, karena lokasi dari panti asuhan ini agak jauh dari jalan utama. Menurut pendiri yayasan, bapak Muid Alfath, yayasan ini berdiri sejak 07 Juli 2003, dimana awal mula berdiri, panti asuhan ini menampung 7 anak yatim. Saat ini, tahun 2011, panti asuhan Putri Azizah menampung 50 anak yatim, piatu, dan anak-anak fakir miskin, yang semua nya adalah perempuan.
Tempat tinggal anak asuh

Suasana tempat/kamar anak asuh

Hal yang membuat saya bergetar adalah menengok kamar-kamar dari anak-anak asuh, dimana bisa dilihat oleh pembaca langsung bagaimana jika malam hari, angin menembus celah-celah geribik, jika hujan bagaimana angin kencang menembus dan menyelimuti tubuh-tubuh mungil anak-anak yatim piatu tersebut.
Tempat tinggal anak asuh

Suasana kamar anak asuh
Anak yang termuda, masih bersekolah di TK nol besar dan yang terbesar saat ini duduk di bangku SMA. Bagi Pak Muid, pendidikan bagi anak-anak asuhan nya adalah nomor satu. Untuk itulah ia berusaha agar para anak asuh nya mendapatkan pendidikan gratis, yang sering kali di gembar-gemborkan oleh pemerintah. Namun, dari 50 anak yang bersekolah, hanya setengah nya saja yang mendapatkan biaya gratis, dan Pak Muid tetap mengucap syukur alhamdulillah atas hal tersebut.

Saat ini panti asuhan sedang melakukan bangunan permanen untuk seluruh anak-anak, dimana sejak awal berdiri, anak-anak yang ada di tampung di bangunan semi permanen.

Ada hal yang menarik dari panti asuhan ini, Pak Muid sebagai pendiri, tidak mau menerima permintaan pengangkatan anak oleh orang lain, kalau pun ada, beliau menyarankan agar langsung berbicara kepada wali sang anak. Beliau beralasan, tidak mau dikatakan sebagai panti yang "menjual anak asuh.". Ini yang patut saya ancungi jempol. Pak Muid menyarankan agar jika ada orang yang berkenan, untuk menjadikan seorang anak asuh, dimana  sang anak diangkat anak asuh oleh yang bersangkutan, di biayai sekolah nya, namun sang anak tetap tinggal di panti asuhan.

Menengok ke bagian dapur, bisa dilihat bagaimana suasana sederhana dari dapur.
Dapur tempat memasak

Suasana dapur


Di bagian belakang, terdapat kandang ayam, yang berisi 50 ekor ayam kampung, sumbangan dari para donatur, dimana hasil yang dapat diambil adalah berupa telur untuk di makan ataupun dijual.

Satu lagi yang membuat saya mengapresiasi panti asuhan ini adalah, ada nya internet, yang digunakan untuk pendidikan ekstra bagi anak-anak asuh, walaupun jumlah nya hanya satu komputer. Saya yakin, kelurahan-kelurahan di Kota Bandarlampung pun , jangan kan internet, komputer pun tidak punya, hanya mesin tik. Sekali lagi membuktikan bahwa pendidikan adalah hal yang utama di panti asuhan ini. Pendidikan dan pengetahuan tentang internet bukan lagi hal yang aneh di panti asuhan ini. Dan untuk itu Bapak Muid Alfath rela merogoh kantong dengan berlangganan speedy perbulan sebesar 695ribu, agar anak-anak asuh nya bisa mengenal dunia.

Prestasi dari anak-anak asuh ini pun patut dibanggakan, dimana ternyata disini dikembangkan beladiri pencak silat yang merupakan beladiri asli dari Indonesia. Banyak prestasi yang telah di ukir dari anak-anak panti asuhan ini, terbukti banyak nya piala yang berjejer.

Bagi para sahabat, terutama di sekitar Bandarlampung atau Lampung, jika ingin mengetahui lebih jauh mengenai Panti asuhan Putri Azizah ini, jika ingin mengetahui sudah berapa jauh pembangunan rumah permanen bagi anak-anak ini, silahkan datang langsung ke Jalan RE Martadinata No.7A Kelurahan Sukamaju Kecamatan Telukbetung Barat Bandarlampung, Lampung. Lokasi nya berdekatan dengan perumahan Puri Gading, bagi warga Bandarlampung yang mengenal, arah jalan menuju Kawasan Wisata Duta Wisata dan Lempasing.
Bangunan yang sedang dibangun yang direncanakan untuk tempat tinggal anak-anak asuh
keseluruhan yang berjumlah 50 anak.

Suasana saat beberapa donatur datang ke panti asuhan

Suasana saat beberapa donatur datang ke panti asuhan

(mbi)




1 komentar:

  1. Apa diizinkan jika seandainya ada yang ingin mengenal dan berbagi pengalaman hidup dengan anak panti serta izin untuk menginap beberapa hari sebagai pengalaman hidup bersama mereka ?

    BalasHapus

Silahkan memberi komentar